Pada saat posisi barometer raksa berada pada ketinggian 0 m dpr, tabung kaca berdiameter x mampu menahan ketinggian raksa setinggi 760 mm. hal ini menunjukkan bahwa besar tekanan udara yang menekan raksa pada bejana adalah 760 mmhg. jika diameter tabung kaca menjadi 1/2 x, dan posisi barometer di tempat yang sama, maka tinggi raksa dalam tabung kaca menjadi….

perhatikan gambar berikut ini!
pada saat posisi barometer raksa berada pada ketinggian 0 m dpr, tabung kaca berdiameter x mampu menahan ketinggian raksa setinggi 760 mm. hal ini menunjukkan bahwa besar tekanan udara yang menekan raksa pada bejana adalah 760 mmhg. jika diameter tabung kaca menjadi 1/2 x, dan posisi barometer di tempat yang sama, maka tinggi raksa dalam tabung kaca menjadi….
a. 380 mmHg
b. 760 mmHg
c. 1520 mmHg
d. 3040 mmHg

pada saat posisi barometer raksa berada pada ketinggian 0 m dpr, tabung kaca berdiameter x mampu menahan ketinggian raksa setinggi 760 mm. hal ini menunjukkan bahwa besar tekanan udara yang menekan raksa pada bejana adalah 760 mmhg. jika diameter tabung kaca menjadi 1/2 x, dan posisi barometer di tempat yang sama, maka tinggi raksa dalam tabung kaca menjadi....

Jawaban yang benar adalah B. 760 mmHg

Barometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Prinsip kerja barometer menggunakan teori fisika khususnya tеntаng hukum kontinuitas, tekanan dan manometer.
Pada bagian pangkal dibiarkan terbuka ѕеdаngkаn bagian ujung lаіn dipasangi dеngаn reservoir merkuri. Cara kerja barometer adalah menyeimbangkan massa merkuri terhadap tekanan udara.
Ketika tekanan udara semakin besar, maka kolom raksa akan semakin naik. Sebaliknya bila tekanan udara semakin rendah, maka gerak kolom raksa akan semakin turun.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tinggi raksa dalam tabung dipengaruhi oleh tekanan dari luar bukan dari diameter tabung kaca.

Jadi jawaban yang tepat adalah B

Baca Juga :  Apa yang dimaksud dengan punden berundak