Cermatilah teks puisi berikut! BERDIRI AKU Berdiri aku di senja senyap Camar melayang menepis buih Melayah bakau mengurai puncak Berjulang datang ubur terkembang Angin pulang menyeduk bumi Menepuk teluk mengempas emas Lari ke gunung memuncak sunyi Berayun-ayun di atas alas. Benang raja mencelup ujung Naik marak mengerak corak Elang leka sayap tergulung dimabuk wama berarak-arak. Dalam rupa maha sempuma Rindu-sendu mengharu kalbu Ingin datang merasa sentosa Menyecap hidup bertentu tuju. (Karya Amir Hamzah) 2. Apa amanat dalam puisi tersebut?

Cermatilah teks puisi berikut!

BERDIRI AKU

Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datang ubur terkembang

Angin pulang menyeduk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas.

Benang raja mencelup ujung
Naik marak mengerak corak
Elang leka sayap tergulung
dimabuk wama berarak-arak.

Dalam rupa maha sempuma
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju.

(Karya Amir Hamzah)

2. Apa amanat dalam puisi tersebut?

Amanat puisi tersebut adalah menyerahkan hidup kepada Tuhan karena hanya Dia yang mampu memberi kepastian dalam kehidupan di dunia ini.

Simak pembahasan berikut.

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Salah satu unsur pembangun puisi adalah amanat. Amanat dalam puisi merupakan pesan yang dapat diambil dari puisi tersebut.

Puisi ‘Berdiri Aku” merupakan ekspresi kesedihan yang ditampilkan penyair dengan suasana sunyi. Kesedihan ini dikarenakan perpisahannya dengan kekasihnya. Puisi ini memiliki amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca, yaitu ajakan untuk menyerahkan hidup kepada Tuhan karena hanya Dia yang mampu memberi kepastian dalam kehidupan di dunia ini. Hal tersebut tampak pada bait terakhir:
Dalam rupa maha sempuma
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju.

Dalam bait tersebut, penyair merasakan rindunya kepada Tuhan (maha sempurna) dan ingin kembali kepada-Nya (ingin datang merasa sentosa) karena Tuhan selalu memberi kepastian dalam hidup (hidup bertentu tuju).

Dengan demikian, amanat puisi tersebut adalah menyerahkan hidup kepada Tuhan karena hanya Dia yang mampu memberi kepastian dalam kehidupan di dunia ini.

Baca Juga :  Menurut pendapat kalian bagaimana proses terjadinya integrasi sosial terhadap kedudukan sosial,ras,agama,bahasa dan kebiasaan

Daftar isi