Fe2O3 + 2Al → 2Fe + Al2O3 Pernyataan yang tepat adalah …

Perhatikan reaksi berikut:
Fe2O3 + 2Al → 2Fe + Al2O3
Pernyataan yang tepat adalah …
a. Fe2O3 agen pengoksidasi
b. 2Al agen pereduksi
c. 2Fe agen pengoksidasi
d. Al2O3 agen pereduksi
e. Fe2O3 agen pereduksi

Jawaban yang benar adalah A.

Reaksi redoks terdiri dari reduksi (penurunan bilangan oksidasi) dan reaksi oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi). Zat yang mengalami reduksi dinamakan oksidator / pengoksidasi, sedangkan zat yang mengalami oksidasi dinamakan reduktor / pereduksi.
Beberapa aturan penentuan bilangan oksidasi (biloks) untuk menyelesaikan soal diatas yaitu :
– Biloks unsur bebas (baik dalam bentuk unsur ataupun molekul unsur) = 0
– Jumlah biloks dalam senyawa netral = 0
– Biloks atom O dalam senyawa pada umumnya = -2, kecuali dalam senyawa peroksida dan dalam superoksida.

* Biloks Fe dalam Fe2O3
2(biloks Fe) + 3(biloks O) = 0
2(biloks Fe) + 3(-2) = 0
2(biloks Fe) -6 = 0
2(biloks Fe) = +6
biloks Fe = +3
* Biloks Fe dalam Fe = 0, karena merupakan unsur bebas.
* Biloks Al dalam Al = 0, karena merupakan unsur bebas.
* Biloks Al dalam Al2O3
2(biloks Al) + 3(biloks O) = 0
2(biloks Al) + 3(-2) = 0
2(biloks Al) -6 = 0
2(biloks Al) = +6
biloks Al = +3
Dari perhitungan di atas, Fe2O3 mengalami penurunan biloks dari +3 menjadi 0 (reaksi reduksi) sehingga Fe2O3 bertindak sebagai oksidator / pengoksidasi. Sementara Al mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi +3 (reaksi oksidasi) sehingga Al bertindak sebagai reduktor / pereduksi.

Jadi, pernyataan yang tepat adalah Fe2O3 agen pengoksidasi.

Baca Juga :  Tentukan massa molekul relatif (Mr) zat berikut. N(CH3)3

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top