Breaking News

Pada tahun 1858 sultan thaha memimpin perlawanan terhadap belanda. beliau memimpin perlawanan dengan taktik perang gerilya. pasukannya berhasil menenggelamkan kapal houtman milik belanda. namun pada tahun 1904 dalam pertempuran di daerah betang berarah tebu, sultan thaha gugur. perjuangan diteruskan oleh radon mattaher. setelah melakukan perang gerilya beberapa tahun radon mattaher juga gugur dalam pertempuran dengan belanda. setelah itu perlawanan di daerah jambu sedikit demi sedikit mulai padam. berdasarkan wacana diatas penyebab kegagalan perlawanan rakyat jambu terhadap belanda adalah ….

pada tahun 1858 sultan thaha memimpin perlawanan terhadap belanda. beliau memimpin perlawanan dengan taktik perang gerilya. pasukannya berhasil menenggelamkan kapal houtman milik belanda. namun pada tahun 1904 dalam pertempuran di daerah betang berarah tebu, sultan thaha gugur. perjuangan diteruskan oleh radon mattaher. setelah melakukan perang gerilya beberapa tahun radon mattaher juga gugur dalam pertempuran dengan belanda. setelah itu perlawanan di daerah jambu sedikit demi sedikit mulai padam.

berdasarkan wacana diatas penyebab kegagalan perlawanan rakyat jambu terhadap belanda adalah ….

Jawabannya adalah tidak adanya tokoh yang menjadi pemimpin seperti Sultan Thaha dan Raden Mattaher yang menyebabkan perlawanan bersifat lokal dan tidak terorganisir.

Raden Mattaher adalah seorang panglima perang Jambi yang sangat terkenal dan ditakuti Belanda. Setelah wafatnya Sultan Thaha Saifuddin pada tahun 1904, komando perlawanan terhadap Belanda di Jambi dilanjutkan oleh Raden Mattaher, yang oleh masyarakat Jambi dikenal sebagai Singo Kumpeh. Ia telah memperlihatkan sebagai seorang kesatria, berani, cerdas, dan pandai mengatur strategi.

Raden Mattaher ini dapat dilumpuhkan oleh Belanda dengan beberapa tipu muslihat. Dalam penangkapan tersebut, Raden Mattaher berhasil dibunuh oleh Belanda. Ia ditembak mati ketika sedang berada di rumahnya, pada tanggal 7 September 1907, dalam operasi militer Belanda. Namun sebelumnya, Raden Akhmad yang adalah kakak kandung Raden Mattaher, tewas tertembak saat selesai sholat magrib. Setelah wafatnya Raden Mattaher tahun 1907, masih muncul gerakan perlawanan rakyat melawan kolonial. Namun, ciri-ciri perlawanannya bersifat lokal, tidak terorganisir dan berumur singkat. Hal itu antara lain disebabkan, tidak ada tokoh sentral seperti Sultan Thaha dan Raden Mattaher.

Dengan demikian, kegagalan rakyat Jambi terhadap Belanda disebabkan karena tidak adanya tokoh yang menjadi pemimpin seperti Sultan Thaha dan Raden Mattaher yang menyebabkan perlawanan bersifat lokal dan tidak terorganisir.

Baca Juga :  Ilmu yang mempelajari tentang cuaca adalah