Seorang remaja sedang bermain teka teki kata dengan temannya : Ketika Ia mengatakan: “winmalo saha boklaro” yang artinya Saya lulus ujian “merenla hutera manahu” artinya Pasti nilai bagus “roabalang winmalo hutera” artinya nilai ujian jelek

Seorang remaja sedang bermain teka teki kata dengan temannya : Ketika Ia mengatakan:
“winmalo saha boklaro” yang artinya Saya lulus ujian
“merenla hutera manahu” artinya Pasti nilai bagus
“roabalang winmalo hutera” artinya nilai ujian jelek

Maka ketika Ia mengatakan “kamu pasti lulus” seharusnya?
(A) Saha manahu sisbro
(B) Saha merenla brosis
(C) Manahu saha broo
(D) Boklaro saha hutera
(E) Manahu hutera sisbro

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah A.

Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut.

Bahasa panda sebetulnya adalah bagian dari ilmu yang disebut dengan kriptografi.

Secara singkat, ilmu ini mempelajari tentang seni yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan suatu informasi menggunakan kata-kata atau yang disebut juga dengan sandi. Tulisan atau kata-kata dalam ‘bahasa panda’ ini memiliki bentuk yang aneh dan terkesan berantakan. Namun, ada makna di balik tulisan tersebut.

Analisis bahasa buatan pada soal adalah sebagai berikut.
• “winmalo saha boklaro” yang artinya saya lulus ujian
• “merenla hutera manahu” artinya pasti nilai bagus
• “roabalang winmalo hutera” artinya nilai ujian jelek
Dari tiga pernyataan di atas dapat diketahui bahwa “nilai = hutera” (pernyataan 2 dan 3) dan “ujian = winmalo” (pernyataan 1 dan 3).

Pola bahasa buatannya adalah:
• winmalo (ujian) saha (lulus) boklaro (saya).
• merenla (bagus) hutera (nilai) manahu (pasti)
• roabalang (jelek) winmanlo (ujian) hutera (nilai)

Maka ketika ia mengatakan kamu pasti lulus seharusnya “saha manahu sisbro”
Pola: saha (lulus) manahu (pasti) sisbro (kamu).

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

Semoga membantu ya 😊

Baca Juga :  Selain masalah fisik, masalah kecepatan memproses informasi dan mengingat mengalami penurunan pada masa dewasa akhir atau lanjut usia (lansia). Begitu juga yang terjadi pada para lansia yang tergabung di dalam komunitas Sasana Pudak Wangi. Mereka menyadari bahwa ingatan mereka mulai menurun, mulai mengalami pikun. Maka dari itu, para lansia mengikuti berbagai kegiatan di komunitas tersebut. Kegiatan dalam komunitas Sasana Pudak Wangi diantaranya adalah senam mingguan, cek kesehatan bulanan, dan kegiatan keterampilan khusus lansia oleh PKK setempat. Selain untuk mengisi waktu luang, berbagai kegiatan tersebut juga untuk mengasah ketajaman mental mereka. Dengan adanya banyak kegiatan, kerja otak mereka dapat terstimulasi untuk tetap bekerja sehingga penurunan fungsi kognitif pada lansia dapat dihambat.