Korosi terjadi karena adanya interaksi logam dengan udara melalui reaksi redoks. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: Fe + O2 → Fe2O3. Zat yang mengalami reaksi oksidasi dan perubahan biloksnya adalah …

Korosi terjadi karena adanya interaksi logam dengan udara melalui reaksi redoks. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Fe + O2 → Fe2O3.
Zat yang mengalami reaksi oksidasi dan perubahan biloksnya adalah …

Zat yang mengalami reaksi oksidasi adalah besi dan perubahan biloksnya dalah dari 0 menjadi +3.

Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, reaksi oksidasi merupakan reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi, sementara reaksi reduksi merupakan reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.

– Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0
– Bilangan oksidasi oksigen dalam senyawa adalah -2, kecuali pada senyawa peroksida dan superoksida
– Total bilangan oksidasi pada molekul netral adalah 0

Biloks Fe pada Fe = 0
Biloks O pada O2 = 0
Biloks O pada Fe2O3 = -2
Biloks Fe pada Fe2O3 dapat ditentukan dengan cara berikut.

Total biloks Fe2O3 = (2*biloks Fe) + (3*biloks O)
0 = 2*biloks Fe + (-6)
2*biloks Fe = 6
biloks Fe = +3

Fe + O2 -> Fe2O3
0___0___+3__-2

Besi mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +3.

Dengan demikian, zat yang mengalami reaksi oksidasi adalah besi dan perubahan biloksnya dalah dari 0 menjadi +3.

Baca Juga :  Sebuah titik M(-3,2) di dilatasikan dengan pusat dilatasi di P(-1,-2) dan dengan faktor skala -2. Maka bayangan dari titik M terhadap dilatasi tersebut adalah...